Kasus Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed dan Sejumlah Pihak Ditetapkan Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Unsoed sebagai tersangka kasus pemerasan dalam penerimaan mahasiswa baru. Sita uang Rp665 juta.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 10, 2026 schedule 5:45 AM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kasus Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed dan Sejumlah Pihak Ditetapkan Tersangka
“Kasus Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed dan Sejumlah Pihak Ditetapkan Tersangka”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/3484d7
10 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/3484d7
Copied
Kasus Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed dan Sejumlah Pihak Ditetapkan Tersangka
Image via Pexels - Kasus Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru: Rektor Unsoed dan Sejumlah Pihak Ditetapkan Tersangka

Key Highlights

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) beserta pihak lainnya sebagai tersangka.
  • Kasus ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi tersebut.
  • Tim penyidik KPK berhasil menyita uang tunai senilai Rp665 juta yang diduga terkait dengan praktik ilegal ini.

Penyidikan Intensif oleh KPK

Langkah tegas diambil lembaga antirasuah setelah melakukan rangkaian penyidikan mendalam terkait dugaan praktik korupsi di lingkungan pendidikan tinggi. Penetapan tersangka ini menjadi perhatian publik mengingat institusi pendidikan seharusnya menjadi lembaga yang bersih dari praktik transaksional.

Penyidik KPK menemukan bukti permulaan yang cukup kuat mengenai adanya penyalahgunaan wewenang. Modus pemerasan ini diduga melibatkan oknum internal universitas yang menyasar calon mahasiswa atau keluarga mereka agar dapat diloloskan melalui jalur seleksi tertentu.

? Did You Know? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki wewenang untuk menangani kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan penyelenggara negara atau pihak lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi di seluruh Indonesia.

Barang Bukti dan Penelusuran Aliran Dana

Dalam operasi penindakan yang dilakukan, tim KPK mengamankan uang sebesar Rp665 juta sebagai barang bukti utama. Saat ini, tim penyidik terus mendalami aliran dana tersebut untuk memastikan apakah masih ada pihak lain yang terlibat atau apakah praktik ini sudah berlangsung dalam kurun waktu yang lama.

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan integritas di dunia akademik nasional. Transparansi dalam proses penerimaan mahasiswa merupakan fondasi utama kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Publik kini menunggu proses hukum lebih lanjut di pengadilan agar keadilan dapat ditegakkan bagi seluruh pihak yang dirugikan.

Di tengah pengawasan ketat terhadap berbagai sektor publik, integritas birokrasi menjadi perhatian utama. Sebagaimana upaya pemerintah dalam Dorong Efisiensi Logistik, Bea Cukai Resmi Berikan Izin Gudang Berikat Baru, transparansi prosedural harus selalu diutamakan demi menjaga kepercayaan publik. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai kasus hukum ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu