Revolusi Gaya Kerja Jepang: Dari Jas Formal ke Kaus Oblong dan Celana Pendek

Jepang mulai melonggarkan aturan berpakaian kantor. Pekerja kini diizinkan memakai kaus dan celana pendek demi kenyamanan dan produktivitas di musim panas.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Jul 21, 2026 schedule 6:45 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Revolusi Gaya Kerja Jepang: Dari Jas Formal ke Kaus Oblong dan Celana Pendek
“Revolusi Gaya Kerja Jepang: Dari Jas Formal ke Kaus Oblong dan Celana Pendek”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/e37cb7
21 Jul 2026
https://www.dkijakarta.id/s/e37cb7
Copied
Revolusi Gaya Kerja Jepang: Dari Jas Formal ke Kaus Oblong dan Celana Pendek
Image via Pexels - Revolusi Gaya Kerja Jepang: Dari Jas Formal ke Kaus Oblong dan Celana Pendek

Key Highlights

  • Perusahaan di Jepang mulai meninggalkan aturan ketat setelan jas dan dasi demi kenyamanan.
  • Kebijakan ini diambil untuk menghadapi gelombang panas ekstrem serta meningkatkan fleksibilitas karyawan.
  • Gaya busana kasual kini menjadi tren baru di berbagai sektor industri besar di Tokyo.

Pergeseran Budaya Kerja di Negeri Sakura

Pemandangan pekerja kantoran di Jepang yang identik dengan setelan jas gelap dan dasi rapi kini mulai berubah drastis. Berbagai perusahaan besar di Tokyo mulai mengizinkan staf mereka mengenakan pakaian kasual, termasuk kaus oblong dan celana pendek, saat bekerja di dalam kantor.

Langkah ini merupakan bagian dari kampanye kenyamanan kerja yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, kondisi cuaca yang semakin panas memaksa manajemen untuk memikirkan ulang regulasi berpakaian yang sudah dipertahankan selama puluhan tahun.

Menjawab Tantangan Iklim dan Kenyamanan

Pemerintah Jepang sebelumnya telah lama mendorong inisiatif berpakaian ringan melalui program Cool Biz. Namun, penerapan tahun ini tampak lebih berani dengan memberikan keleluasaan penuh kepada karyawan untuk berekspresi lewat busana mereka tanpa menghilangkan profesionalisme.

Tidak hanya perusahaan rintisan, banyak korporasi multinasional kini mulai melonggarkan standar pakaian harian. Perubahan ini disambut positif oleh para pekerja muda yang merasa lebih fokus dalam menyelesaikan tugas tanpa harus terbelenggu pakaian formal yang kaku.

Transformasi di Sektor Profesional

Transformasi gaya hidup ini juga terlihat merambah ke berbagai aspek industri lainnya, termasuk mobilitas. Di tengah perubahan tren yang dinamis, masyarakat kini juga lebih memilih efisiensi dalam memilih kendaraan, seperti Bisa Beli Putus, Intip Daftar Harga Motor Listrik VinFast Tanpa Sewa Baterai yang mulai populer sebagai moda transportasi ramah lingkungan.

Penerapan kebijakan baru ini tentu membawa tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam mendefinisikan batas antara kasual dan tidak pantas. Meski demikian, adaptasi budaya kerja ini dinilai sebagai langkah progresif untuk tetap kompetitif di era globalisasi.

?️ Share Your Opinion!

Apakah menurut Anda budaya berpakaian formal di kantor masih relevan untuk diterapkan di Indonesia, atau sudah saatnya kita mengikuti tren kasual seperti di Jepang? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu