RUU Migas Kembali Masuk Prioritas Legislasi: Pembentukan BUK Jadi Fokus Utama

Pemerintah dan DPR kembali membahas RUU Migas dengan target pembentukan BUK Migas paling lambat satu tahun setelah regulasi disahkan menjadi undang-undang.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 13, 2026 schedule 7:15 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
RUU Migas Kembali Masuk Prioritas Legislasi: Pembentukan BUK Jadi Fokus Utama
“RUU Migas Kembali Masuk Prioritas Legislasi: Pembentukan BUK Jadi Fokus Utama”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/38d76c
13 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/38d76c
Copied
RUU Migas Kembali Masuk Prioritas Legislasi: Pembentukan BUK Jadi Fokus Utama
Image via Pexels - RUU Migas Kembali Masuk Prioritas Legislasi: Pembentukan BUK Jadi Fokus Utama

Key Highlights

  • Revisi Undang-Undang Migas masuk dalam daftar prioritas legislasi nasional untuk memperkuat tata kelola sektor energi.
  • Badan Usaha Khusus (BUK) Migas diwajibkan berdiri maksimal satu tahun setelah undang-undang resmi diundangkan.
  • Pemerintah menargetkan penyederhanaan regulasi untuk meningkatkan iklim investasi di sektor hulu dan hilir migas.

Percepatan Reformasi Tata Kelola Migas

Pemerintah bersama DPR kini kembali serius menggarap revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas). Langkah ini diambil guna menjawab tantangan dinamika energi global yang menuntut efisiensi serta transparansi lebih tinggi dalam pengelolaan sumber daya alam strategis di Indonesia.

Salah satu poin krusial yang terus dimatangkan dalam draf rancangan undang-undang adalah mandat pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas. Kehadiran entitas ini dirancang untuk memisahkan fungsi regulasi dengan fungsi bisnis secara lebih tegas dibandingkan struktur yang berlaku saat ini.

Target Operasional BUK Migas

Regulasi terbaru mengamanatkan bahwa BUK Migas harus sudah terbentuk dan beroperasi penuh dalam kurun waktu satu tahun sejak undang-undang tersebut sah berlaku. Kebijakan ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekosongan fungsi dalam pengawasan kontrak kerjasama migas di lapangan.

? Did You Know? Indonesia pernah memiliki model pengelolaan migas melalui Pertamina sebagai badan tunggal sebelum akhirnya dipecah menjadi fungsi regulator dan operator demi menciptakan persaingan yang sehat di sektor energi.

Meningkatkan Efisiensi Sektor Energi

Pemerintah berharap dengan adanya kepastian hukum, para kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dapat lebih optimis dalam meningkatkan produksi nasional. Upaya ini sejalan dengan ambisi negara dalam menekan angka ketergantungan impor energi yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Pengembangan infrastruktur energi yang terintegrasi menjadi salah satu pilar penting dalam transisi ekonomi Indonesia. Bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana kebijakan publik mempengaruhi mobilitas dan fasilitas publik di Jakarta, Anda bisa menyimak ulasan mengenai Menjajal Rute Baru Bus Wisata Transjakarta: Sensasi Kota Tua hingga Ikon Modern Sarinah untuk melihat bagaimana pelayanan publik terus bertransformasi. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai pembahasan RUU Migas ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu