Skandal Suap Masuk FK Unsoed: Rektor dan Warek Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta

KPK membongkar praktik suap di Universitas Jenderal Soedirman. Pimpinan universitas diduga memeras orang tua mahasiswa baru demi kursi di Fakultas Kedokteran.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 10, 2026 schedule 3:45 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Skandal Suap Masuk FK Unsoed: Rektor dan Warek Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta
“Skandal Suap Masuk FK Unsoed: Rektor dan Warek Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/d4822b
10 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/d4822b
Copied
Skandal Suap Masuk FK Unsoed: Rektor dan Warek Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta
Image via Pexels - Skandal Suap Masuk FK Unsoed: Rektor dan Warek Diduga Peras Orang Tua Maba Rp 650 Juta

Key Highlights

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik pemerasan dalam seleksi masuk Fakultas Kedokteran di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
  • Pihak rektorat diduga meminta dana hingga Rp 650 juta kepada orang tua calon mahasiswa baru untuk meloloskan mereka.
  • Penyidikan kini tengah difokuskan pada aliran dana yang masuk ke kantong pribadi para tersangka pimpinan universitas.

Dugaan Praktik Peras di Lingkungan Kampus

Dunia pendidikan tinggi kembali tercoreng oleh ulah oknum pimpinan yang memanfaatkan posisi mereka untuk keuntungan pribadi. Penyidik KPK menemukan pola terstruktur yang dilakukan oleh oknum Rektor dan Wakil Rektor di Unsoed dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Para pelaku diduga tidak segan-segan menetapkan tarif tinggi bagi orang tua yang ingin anaknya mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran. Nominal Rp 650 juta disebut sebagai syarat utama agar calon mahasiswa bisa dinyatakan lulus, meskipun nilai ujian seleksi mereka tidak memenuhi kriteria kelulusan akademik yang semestinya.

? Did You Know? Proses seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri diatur ketat oleh regulasi Kemendikbudristek untuk memastikan transparansi dan akses pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa pungutan liar.

Penyidikan dan Pemeriksaan Saksi

Tim penyidik KPK saat ini sedang mendalami saksi-saksi dari pihak universitas serta orang tua mahasiswa yang menjadi korban pemerasan tersebut. Barang bukti berupa catatan transaksi keuangan dan komunikasi digital telah diamankan untuk memperkuat dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan kampus.

Kejadian ini mengingatkan publik pada pentingnya pengawasan integritas dalam institusi pendidikan di Indonesia. Penegakan hukum di sektor pendidikan harus menjadi prioritas demi menjaga marwah institusi, serupa dengan komitmen penegakan hukum dalam kasus-kasus besar lainnya seperti Tim Kuasa Hukum Beberkan 9 Kejanggalan dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang juga menuntut transparansi total.

Hingga saat ini, pihak universitas belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan pimpinan mereka dalam kasus tersebut. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai perkembangan kasus ini, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu