Ta’zhim atau Kultus? Menimbang Konsep Ngalap Berkah dalam Pandangan Muhammadiyah
Membedah fenomena ngalap berkah dalam perspektif Muhammadiyah, membedakan antara sikap ta'zhim yang wajar dan praktik kultus individu yang berlebihan.
N
News
NEWS CARD
“Ta’zhim atau Kultus? Menimbang Konsep Ngalap Berkah dalam Pandangan Muhammadiyah”
Read more on
www.dkijakarta.id/s/67dfc4
13 Aug 2026
Key Highlights
- Muhammadiyah menegaskan pentingnya membedakan antara penghormatan kepada figur dan pemujaan berlebihan.
- Fenomena 'ngalap berkah' sering kali bersinggungan dengan praktik kultus yang tidak memiliki landasan dalil kuat.
- Pendidikan akidah menjadi kunci utama dalam menjaga kemurnian tauhid di tengah masyarakat.
Membedakan Ta’zhim dan Kultus
Di tengah dinamika kehidupan beragama di Indonesia, istilah 'ngalap berkah' atau mencari keberkahan melalui perantara figur tertentu kerap menjadi perbincangan hangat. Muhammadiyah secara konsisten mengingatkan umat agar tetap waspada dalam menempatkan rasa hormat kepada ulama atau tokoh agama. Ta’zhim atau menghormati sosok alim ulama adalah sebuah kewajiban etis, namun hal ini harus tetap berada dalam koridor penghormatan antarmanusia, bukan pengkultusan yang mencederai akidah.
auto_awesome
Ai Assisted
This article is curated and summarized by AI from multiple sources.
Author