Key Highlights

  • Seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) harus dirawat intensif karena mengalami tekanan mental yang berat.
  • Mahasiswi tersebut dilaporkan gagal menuntaskan sidang skripsi sebanyak 12 kali dalam masa studinya.
  • Rektor Undana menyempatkan diri mengunjungi pihak keluarga dan mahasiswi tersebut di rumah sakit sebagai bentuk dukungan moral.

Kondisi Psikologis Mahasiswi Undana

Dunia pendidikan tinggi kembali menyoroti pentingnya dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa. Seorang mahasiswi di Universitas Nusa Cendana (Undana) dikabarkan menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami depresi klinis. Kondisi ini dipicu oleh beban akademik yang berkepanjangan setelah ia tercatat gagal dalam proses sidang skripsi sebanyak 12 kali.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa tekanan yang menumpuk membuat kondisi kesehatan mahasiswi tersebut menurun secara drastis. Fenomena kegagalan berulang dalam menyelesaikan tugas akhir memang menjadi tantangan psikologis yang cukup berat bagi banyak mahasiswa tingkat akhir.

? Did You Know? Gangguan kecemasan akademik sering kali dipicu oleh ekspektasi berlebih dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berdampak serius pada kesehatan fisik seseorang.

Respon Pihak Universitas

Menanggapi kabar tersebut, Rektor Undana segera mengambil langkah cepat dengan mengunjungi mahasiswi yang bersangkutan di rumah sakit. Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian serius institusi terhadap kesejahteraan mental mahasiswa di tengah proses akademik yang menantang.

Pihak universitas berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikologis serta mencari jalan keluar terbaik agar mahasiswi tersebut dapat bangkit dari kondisinya. Fokus utama saat ini adalah memastikan pemulihan kesehatan sebelum nantinya pihak kampus mengevaluasi prosedur akademik yang ada.

Pentingnya Lingkungan Akademik yang Sehat

Kasus ini menjadi pengingat bagi dunia pendidikan di tanah air untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan mental siswa selain capaian akademik. Sebagaimana isu KPAI Perketat Regulasi Daycare Usai Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Anak yang menuntut perlindungan bagi anak di lembaga pendidikan, pendampingan bagi mahasiswa tingkat akhir juga memerlukan perhatian serupa.

Semoga langkah nyata dari pimpinan kampus dapat menjadi katalis perbaikan sistem dukungan bagi seluruh mahasiswa yang sedang berjuang. Ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.