Key Highlights

  • Yenny Wahid menyoroti pentingnya tradisi musyawarah dalam internal Nahdlatul Ulama (NU).
  • Menghindari tindakan anarkis merupakan wujud kedewasaan organisasi yang telah lama dijunjung tinggi.
  • Penyelesaian masalah melalui dialog dianggap sebagai identitas utama warga NU.

Menjaga Marwah Organisasi

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, kembali menegaskan posisinya terkait pentingnya menjaga ketenangan dalam berorganisasi. Menurutnya, kultur Nahdlatul Ulama selalu mengedepankan dialog sebagai jalan keluar utama dalam setiap persoalan. Segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekacauan dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai dasar warga nahdliyin.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi besar. Namun, perbedaan tersebut seharusnya diselesaikan melalui mekanisme musyawarah yang tertib, bukan dengan cara yang mencederai citra organisasi. Pendekatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang menyentuh aspek kemanusiaan dan empati, serupa dengan upaya Komisi IX DPR Tegaskan Tenaga Kesehatan Harus Kedepankan Empati dalam Pelayanan Publik yang menuntut kedewasaan bersikap di ranah profesi.

? Did You Know? Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari 1926 dan saat ini menjadi organisasi Islam terbesar di dunia yang berfokus pada paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Budaya Dialog Sebagai Solusi

Yenny menilai bahwa tantangan zaman yang semakin dinamis memerlukan ketahanan organisasi yang lebih kuat. Ia mengajak seluruh elemen untuk tetap teguh pada komitmen menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan. Budaya musyawarah yang ia gaungkan mencerminkan nilai luhur bangsa yang mengutamakan kepentingan bersama di atas ego pribadi.

Kondisi ini diharapkan menjadi cerminan bagi berbagai pihak dalam menanggapi situasi publik, sebagaimana komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan melalui Kemensos dan Kemenpar Perkuat SDM Lewat Pembangunan Sekolah Rakyat di Poltekpar NHI yang juga mengedepankan kolaborasi lintas sektoral. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.