HNW Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil untuk Perbaiki Penyaluran Bansos

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem desil agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Nov 3, 2026 schedule 6:30 AM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
HNW Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil untuk Perbaiki Penyaluran Bansos
“HNW Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil untuk Perbaiki Penyaluran Bansos”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/9642cf
3 Nov 2026
https://www.dkijakarta.id/s/9642cf
Copied
HNW Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil untuk Perbaiki Penyaluran Bansos
Image via Pexels - HNW Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Desil untuk Perbaiki Penyaluran Bansos

Key Highlights

  • Sistem desil dalam penentuan data penerima manfaat dinilai perlu ditinjau ulang demi akurasi.
  • Validitas data di lapangan sering kali tidak sinkron dengan kondisi ekonomi riil masyarakat.
  • Pemerintah didorong melakukan verifikasi berkala guna mencegah salah sasaran dalam distribusi bantuan sosial.

Pentingnya Reformasi Data Terpadu

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, secara tegas meminta pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem desil yang digunakan dalam menentukan sasaran bantuan sosial (bansos). Penggunaan metode desil, yang membagi penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan, dinilai belum sepenuhnya mampu memotret kondisi ekonomi riil masyarakat di tingkat tapak.

Kerap ditemukan diskrepansi antara data yang tersimpan dalam sistem dengan kenyataan hidup warga di lapangan. Kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan justru sering kali terlewatkan, sementara pihak yang secara ekonomi lebih mampu justru masuk dalam daftar penerima bantuan.

? Did You Know? Sistem desil atau kelompok kesejahteraan adalah metode statistik yang membagi populasi menjadi 10 kelompok sama besar berdasarkan tingkat pengeluaran per kapita untuk menentukan kriteria rumah tangga miskin.

Tantangan Validitas Data dan Keberlanjutan

Masalah akurasi data kemiskinan menjadi isu klasik yang menghambat efektivitas program perlindungan sosial. Tanpa pemutakhiran berkala yang melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di level kelurahan, data akan terus tertinggal dari dinamika ekonomi masyarakat yang berubah cepat.

Kebijakan yang tidak tepat sasaran bukan hanya membuang anggaran negara, tetapi juga menimbulkan kecemburuan sosial. Dalam konteks pengelolaan sumber daya yang luas, transparansi kebijakan sangat krusial, serupa dengan tantangan yang dihadapi dalam Dilema Ruang Hidup: Krisis Izin Sawit dan Tantangan Lingkungan di Daerah yang menuntut pengawasan ketat terhadap regulasi di lapangan.

Pemerintah diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih dinamis dan responsif terhadap perubahan status ekonomi warga. Langkah ini menjadi krusial agar alokasi anggaran negara benar-benar memberikan dampak signifikan bagi pengentasan kemiskinan. Ikuti perkembangan berita terkini mengenai kebijakan publik hanya di DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu