IJTI Surabaya Desak Prabowo Subianto Berikan Klarifikasi Terkait Ucapan Londo Ireng

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya mendesak Prabowo Subianto untuk mengklarifikasi ucapan Londo Ireng yang dinilai melukai publik.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Aug 9, 2026 schedule 10:00 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
IJTI Surabaya Desak Prabowo Subianto Berikan Klarifikasi Terkait Ucapan Londo Ireng
“IJTI Surabaya Desak Prabowo Subianto Berikan Klarifikasi Terkait Ucapan Londo Ireng”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/8e05eb
9 Aug 2026
https://www.dkijakarta.id/s/8e05eb
Copied
IJTI Surabaya Desak Prabowo Subianto Berikan Klarifikasi Terkait Ucapan Londo Ireng
Image via Pexels - IJTI Surabaya Desak Prabowo Subianto Berikan Klarifikasi Terkait Ucapan Londo Ireng

Key Highlights

  • Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya menyoroti ucapan kontroversial Prabowo Subianto mengenai istilah 'Londo Ireng'.
  • Organisasi jurnalis tersebut mendesak adanya permohonan maaf terbuka karena frasa tersebut dinilai memiliki beban sejarah yang sensitif.
  • Tuntutan ini muncul sebagai bentuk respons atas kritik masyarakat luas terhadap penggunaan diksi tersebut di ruang publik.

Polemik Istilah Londo Ireng dalam Ruang Publik

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Surabaya secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap merespons ucapan Prabowo Subianto yang menyebut istilah 'Londo Ireng'. Penggunaan diksi tersebut dianggap tidak etis dan berpotensi menimbulkan disinformasi sejarah di tengah masyarakat.

Istilah 'Londo Ireng' memiliki akar sejarah kelam pada masa kolonial. Penggunaan kata tersebut dalam konteks komunikasi publik dinilai sangat tidak relevan dan berisiko memicu sentimen negatif yang tidak perlu. Pihak IJTI menekankan pentingnya bagi tokoh publik untuk menjaga etika komunikasi demi stabilitas sosial.

Tuntutan Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Pihak organisasi mendesak Prabowo untuk segera memberikan penjelasan lugas kepada publik. Klarifikasi ini dianggap krusial untuk meluruskan konteks penyampaian ucapan tersebut agar tidak terjadi bias pemahaman di kalangan generasi muda yang mungkin tidak memahami sejarah panjang di balik istilah tersebut.

Selain tuntutan klarifikasi, desakan untuk menyampaikan permohonan maaf juga menjadi poin utama. Menurut mereka, pengakuan atas kekeliruan pemilihan kata merupakan langkah bijak yang menunjukkan kedewasaan seorang pemimpin. Situasi ini pun menarik perhatian publik, mirip dengan bagaimana masyarakat menyoroti isu-isu sensitif lainnya seperti Aliran Dana Kasus Dana Syariah Indonesia Seret Nama Selebritas Dude Harlino dan Alyssa Soebandono yang juga memerlukan transparansi informasi.

Respons Terhadap Etika Komunikasi Tokoh

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai desakan tersebut. Fenomena ini menambah daftar panjang diskursus mengenai batasan kebebasan berekspresi bagi figur publik di Indonesia. Bagi publik yang mengikuti perkembangan peristiwa nasional lainnya, seperti Proses Evakuasi Korban Ledakan di Grand Polonia Medan Berjalan Intensif, transparansi dari pihak berwenang selalu menjadi sorotan utama.

FAQ

Apa arti istilah Londo Ireng secara historis?
Secara historis, Londo Ireng adalah istilah yang digunakan pada masa kolonial untuk menyebut tentara pribumi yang direkrut oleh pemerintah kolonial Belanda, yang sering dianggap sebagai bentuk pengkhianatan oleh kaum nasionalis pada masanya.

Mengapa IJTI Surabaya menuntut permintaan maaf?
IJTI menilai penggunaan istilah tersebut oleh tokoh publik adalah langkah yang tidak sensitif dan dapat melukai perasaan masyarakat, sehingga diperlukan klarifikasi agar tidak terjadi perpecahan pemahaman.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai isu ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu