Kapasitas PLTS Atap Nasional Tembus 853 MW, Antrean Peminat Capai 1,5 GW

Pemanfaatan energi surya di Indonesia terus meningkat dengan kapasitas terpasang PLTS Atap kini mencapai 853 MW dan antrean pendaftaran sebesar 1,5 GW.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 17, 2026 schedule 4:00 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kapasitas PLTS Atap Nasional Tembus 853 MW, Antrean Peminat Capai 1,5 GW
“Kapasitas PLTS Atap Nasional Tembus 853 MW, Antrean Peminat Capai 1,5 GW”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/d9f7df
17 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/d9f7df
Copied
Kapasitas PLTS Atap Nasional Tembus 853 MW, Antrean Peminat Capai 1,5 GW
Image via Pexels - Kapasitas PLTS Atap Nasional Tembus 853 MW, Antrean Peminat Capai 1,5 GW

Key Highlights

  • Total kapasitas terpasang PLTS Atap di seluruh Indonesia saat ini tercatat sebesar 853 MW.
  • Terdapat lonjakan minat yang signifikan dengan antrean permohonan mencapai 1,5 GW.
  • Transisi menuju energi bersih menjadi fokus utama dalam mendukung target bauran energi nasional.

Pertumbuhan Signifikan Sektor Energi Surya

Pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia mencatatkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara nasional telah mencapai angka 853 MW. Angka ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat maupun sektor industri dalam mengadopsi teknologi panel surya sebagai sumber energi alternatif.

Minat masyarakat terhadap pemasangan PLTS Atap diprediksi akan terus melonjak. Saat ini, tercatat adanya antrean permohonan pemasangan dengan total kapasitas mencapai 1,5 GW. Besarnya antrean ini menjadi indikator kuat bahwa ekosistem energi hijau mulai mendapatkan tempat di pasar domestik.

Tantangan dan Optimisme Energi Bersih

Pemerintah terus berupaya memfasilitasi percepatan transisi energi di tengah meningkatnya permintaan listrik. Langkah strategis dilakukan untuk memastikan infrastruktur pendukung mampu mengakomodasi masuknya pasokan energi dari sumber surya ke dalam jaringan listrik yang ada. Upaya ini sejalan dengan komitmen nasional dalam menekan emisi karbon melalui efisiensi energi.

Di sisi lain, penerapan kebijakan energi ramah lingkungan kini juga mulai merambah ke berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga fitur keselamatan penumpang pada layanan transportasi digital yang semakin modern. Sinergi antar sektor ini diharapkan dapat menciptakan standar hidup yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat perkotaan.

?️ Share Your Opinion!

Menurut Anda, apakah insentif dari pemerintah saat ini sudah cukup untuk mendorong lebih banyak rumah tangga beralih ke PLTS Atap? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.

Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai perkembangan energi nasional, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu