Muktamar NU ke-35: Pesantren Menjadi Kompas Strategis di Abad Kedua

Muktamar NU ke-35 menyoroti peran strategis pesantren sebagai kompas peradaban di abad kedua organisasi, mendorong pendidikan dan kemandirian ekonomi.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Nov 1, 2026 schedule 11:45 AM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Muktamar NU ke-35: Pesantren Menjadi Kompas Strategis di Abad Kedua
“Muktamar NU ke-35: Pesantren Menjadi Kompas Strategis di Abad Kedua”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/fcbb5f
1 Nov 2026
https://www.dkijakarta.id/s/fcbb5f
Copied
Muktamar NU ke-35: Pesantren Menjadi Kompas Strategis di Abad Kedua
Image via Pexels - Muktamar NU ke-35: Pesantren Menjadi Kompas Strategis di Abad Kedua

Key Highlights

  • Fokus utama Muktamar NU ke-35 pada penguatan peran pendidikan pesantren.
  • Transformasi ekonomi dan kemandirian santri menjadi agenda sentral abad kedua.
  • Pesantren diharapkan menjadi mercusuar peradaban Islam yang moderat dan inklusif.

Menyongsong Abad Kedua NU

Memasuki abad keduanya, Nahdlatul Ulama (NU) tengah merumuskan arah gerak organisasi yang lebih progresif. Muktamar ke-35 menjadi panggung krusial bagi para pemangku kepentingan untuk membedah posisi pesantren di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Pesantren tidak lagi sekadar menjadi lembaga pendidikan agama tradisional, melainkan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Integrasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini menjadi topik hangat di kalangan para kiai dan cendekiawan muda dalam forum tersebut.

? Did You Know? Nahdlatul Ulama didirikan pada tahun 1926 dan telah tumbuh menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dengan basis santri yang tersebar luas hingga pelosok Nusantara.

Kemandirian Ekonomi Berbasis Komunitas

Di luar sektor pendidikan, diskusi mengenai kemandirian ekonomi santri juga mengemuka. Pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan ekonomi pesantren diyakini mampu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah agama tersebut.

Sinergi antar lembaga juga menjadi sorotan untuk memastikan pembangunan berjalan merata, serupa dengan Investasi IKN Tembus Rp208,7 Triliun, Sektor Swasta Mendominasi Pembangunan yang memberikan dampak luas pada stabilitas ekonomi nasional. Harapannya, model kolaborasi serupa dapat diterapkan dalam skala yang lebih mikro di lingkungan pesantren.

Tantangan Modernisasi

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga nilai-nilai luhur tradisi di tengah arus modernisasi. Para peserta muktamar menekankan pentingnya menjaga identitas keislaman yang ramah namun tetap adaptif terhadap kemajuan zaman.

Perkembangan isu-isu sosial lainnya pun terus dipantau, termasuk aspek keamanan dan hukum yang menjadi perhatian publik, seperti pada kasus Puslabfor Polri Turun Tangan Selidiki Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta yang menuntut penanganan profesional dan transparan. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai langkah strategis organisasi Islam terbesar ini ke depannya.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu