PDIP Ingatkan NU Menjaga Independensi dalam Muktamar ke-35 agar Terhindar dari Pragmatisme

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah berharap Muktamar ke-35 NU tetap fokus pada kemaslahatan umat tanpa terjebak dalam kepentingan pragmatisme politik.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 20, 2026 schedule 8:00 AM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
PDIP Ingatkan NU Menjaga Independensi dalam Muktamar ke-35 agar Terhindar dari Pragmatisme
“PDIP Ingatkan NU Menjaga Independensi dalam Muktamar ke-35 agar Terhindar dari Pragmatisme”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/f08fcc
20 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/f08fcc
Copied
PDIP Ingatkan NU Menjaga Independensi dalam Muktamar ke-35 agar Terhindar dari Pragmatisme
Image via Pexels - PDIP Ingatkan NU Menjaga Independensi dalam Muktamar ke-35 agar Terhindar dari Pragmatisme

Key Highlights

  • Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menekankan pentingnya independensi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
  • Muktamar ke-35 NU diharapkan menjadi ajang memperkuat komitmen kebangsaan daripada sekadar manuver politik.
  • PDIP menaruh harapan besar agar NU tetap menjadi pilar penjaga stabilitas nasional yang independen.

Harapan untuk Integritas Organisasi

Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), berbagai pihak mulai memberikan atensi terhadap arah perhelatan besar organisasi Islam tersebut. Said Abdullah, yang menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI, secara terbuka menyampaikan pesannya agar forum tertinggi NU ini tetap berada pada koridor pengabdian umat.

Said menekankan bahwa setiap agenda besar organisasi keagamaan harus mampu menepis godaan pragmatisme politik praktis. Baginya, NU memiliki marwah besar sebagai entitas yang melampaui kepentingan golongan sesaat. Fokus utama muktamar seharusnya tetap pada penguatan ekonomi umat, pendidikan, serta peran dakwah yang inklusif di tengah dinamika Geopolitik Global Memanas: Dari Ketegangan Teluk hingga Sengketa Laut Tiongkok Selatan yang terus berkembang.

Menjaga Marwah NU di Tahun Politik

Potensi ketertarikan elemen politik untuk mendekati basis massa NU sering kali menjadi perhatian publik. Namun, Said meyakini bahwa para pengurus dan warga nahdliyin memiliki kedewasaan politik yang cukup untuk membedakan antara ruang ibadah organisasi dengan ruang kontestasi elektoral. Ia berharap hasil muktamar nanti justru mampu menghasilkan gagasan-gagasan visioner untuk kemajuan bangsa ke depan.

Kemandirian organisasi sering menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Di tengah berbagai tantangan zaman, NU diharapkan mampu tetap menjadi kompas moral bagi kehidupan bernegara. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga tradisi, seperti saat masyarakat menelisik budaya lokal dalam pembahasan Kapan Rebo Wekasan 2026? Menelusuri Mitos 320.000 Bala Bencana di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi yang terus dijaga oleh akar rumput.

FAQ

Apa tujuan utama dari Muktamar NU ke-35?
Muktamar ini bertujuan untuk membahas persoalan keumatan, menetapkan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang, serta memilih jajaran kepengurusan baru yang akan memimpin NU.

Mengapa independensi dianggap krusial bagi organisasi keagamaan seperti NU?
Independensi penting agar organisasi tetap dapat menjalankan fungsi sosial dan dakwahnya secara objektif, tanpa terpengaruh oleh tekanan politik yang berpotensi memecah belah solidaritas umat. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai isu ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu