Pesan Kiai Sepuh Lirboyo Jelang Muktamar ke-35 NU: Menjaga Marwah Organisasi

Kiai sepuh dari Pondok Pesantren Lirboyo memberikan pesan penting dan nasihat spiritual bagi seluruh warga Nahdliyin menjelang Muktamar ke-35 NU.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 22, 2026 schedule 5:30 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Pesan Kiai Sepuh Lirboyo Jelang Muktamar ke-35 NU: Menjaga Marwah Organisasi
“Pesan Kiai Sepuh Lirboyo Jelang Muktamar ke-35 NU: Menjaga Marwah Organisasi”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/5a0a1b
22 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/5a0a1b
Copied
Pesan Kiai Sepuh Lirboyo Jelang Muktamar ke-35 NU: Menjaga Marwah Organisasi
Image via Pexels - Pesan Kiai Sepuh Lirboyo Jelang Muktamar ke-35 NU: Menjaga Marwah Organisasi

Key Highlights

  • Para kiai sepuh Lirboyo menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika Muktamar ke-35 NU.
  • Stabilitas organisasi menjadi fokus utama agar visi organisasi tetap sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
  • Nasihat spiritual diberikan sebagai panduan bagi para pengurus dan peserta muktamar di seluruh daerah.

Harapan Besar dari Pesantren Lirboyo

Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, para kiai sepuh dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, menyampaikan serangkaian pesan mendalam bagi warga Nahdliyin. Nasihat tersebut difokuskan pada penguatan nilai-nilai luhur dan menjaga marwah organisasi di tengah berbagai dinamika yang menyertai suksesi kepemimpinan.

Para pengasuh pesantren menegaskan bahwa Muktamar bukan sekadar ajang pemilihan pemimpin, melainkan forum tertinggi untuk merumuskan kemaslahatan umat. Kualitas kepemimpinan organisasi sangat bergantung pada niat tulus para pesertanya untuk berkhidmat bagi bangsa dan agama.

Menjaga Keutuhan di Tengah Dinamika Organisasi

Di tengah perbincangan publik mengenai arah kebijakan nasional, para kiai meminta agar Nahdlatul Ulama tetap menjadi pilar moderasi. Fokus pada penguatan internal menjadi agenda krusial agar tidak ada pihak luar yang mampu memecah belah kesatuan warga Nahdliyin.

Keteladanan dari para ulama sepuh menjadi kompas moral bagi para peserta muktamar. Integritas dan kejujuran dalam berorganisasi dinilai sebagai modal utama untuk membawa organisasi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan Polemik Dwi Kewarganegaraan Terbatas: Revisi UU Saja Tidak Cukup yang sempat menyita perhatian publik.

Tantangan dan Masa Depan Organisasi

Selain fokus pada isu internal, peran organisasi keagamaan ini juga bersinggungan erat dengan stabilitas sosial dan ekonomi. Harapan besar ditumpukan pada hasil muktamar agar mampu menghasilkan program kerja yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Para ulama di Lirboyo terus mendoakan agar seluruh rangkaian proses muktamar berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Kedamaian serta rasa persaudaraan harus dijunjung tinggi di atas kepentingan kelompok maupun individu tertentu. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai persiapan serta hasil dari Muktamar ke-35 NU ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu