Tergiur Iming-iming Jadi ASN, Lima Warga Jawa Timur Rugi Rp 3,5 Miliar

Lima warga di Jawa Timur kehilangan uang Rp 3,5 miliar setelah dijanjikan bekerja di instansi pemerintah melalui jalur cepat oleh oknum tak bertanggung jawab.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 6, 2026 schedule 2:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Tergiur Iming-iming Jadi ASN, Lima Warga Jawa Timur Rugi Rp 3,5 Miliar
“Tergiur Iming-iming Jadi ASN, Lima Warga Jawa Timur Rugi Rp 3,5 Miliar”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/c8206a
6 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/c8206a
Copied
Tergiur Iming-iming Jadi ASN, Lima Warga Jawa Timur Rugi Rp 3,5 Miliar
Image via Pexels - Tergiur Iming-iming Jadi ASN, Lima Warga Jawa Timur Rugi Rp 3,5 Miliar

Key Highlights

  • Lima warga di Jawa Timur menjadi korban penipuan bermodus rekrutmen pegawai instansi pemerintah.
  • Total kerugian finansial yang dialami para korban mencapai angka fantastis yakni Rp 3,5 miliar.
  • Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman terkait identitas pelaku dan aliran dana korban.

Kronologi Kasus Penipuan Rekrutmen

Kasus penipuan dengan modus rekrutmen pegawai pemerintah kembali mencoreng kepercayaan masyarakat. Sebanyak lima orang warga di Jawa Timur melaporkan telah kehilangan uang dengan total Rp 3,5 miliar setelah dijanjikan bisa masuk sebagai pegawai instansi pemerintah tanpa melalui proses seleksi resmi.

Para pelaku diduga memanfaatkan ketatnya persaingan seleksi aparatur sipil negara (ASN) dengan menawarkan jalur belakang. Korban tergiur dengan janji manis pelaku yang mengaku memiliki akses khusus ke instansi terkait untuk memuluskan posisi pekerjaan.

Modus Operandi Pelaku

Berdasarkan keterangan awal dari para korban, pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya administrasi dan pelicin pengurusan surat keputusan (SK). Nominal yang diminta bervariasi, namun jika dikalkulasikan, angka total kerugian mencapai Rp 3,5 miliar.

Hingga saat ini, belum ada satu pun korban yang mendapatkan posisi kerja yang dijanjikan. Komitmen pelaku yang awalnya meyakinkan perlahan hilang seiring dengan sulitnya komunikasi setelah uang diserahkan. Kasus serupa sering menjadi perhatian publik, layaknya peristiwa hukum lain seperti Bupati Pemalang Terjerat OTT KPK: Gubernur Jawa Tengah Berikan Respons Tegas yang sempat menyita perhatian nasional.

Langkah Penegakan Hukum

Pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari para korban dan mulai mengumpulkan bukti-bukti berupa dokumen transfer serta percakapan komunikasi. Petugas kini berupaya melacak keberadaan pelaku yang diduga merupakan sindikat penipuan terorganisir.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan pihak yang menawarkan kemudahan masuk ke instansi pemerintah. Informasi resmi mengenai seleksi ASN hanya dikeluarkan melalui saluran resmi pemerintah. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai berbagai kasus hukum terkini di tanah air, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu