Mengapa Pluto Tetap Jadi Planet Katai dan Tidak Akan Pernah Kembali ke Status Planet Utama?

Simak alasan ilmiah mengapa status Pluto berubah menjadi planet katai dan mengapa keputusan IAU sulit diubah oleh astronom di seluruh dunia.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Nov 6, 2026 schedule 7:45 AM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Mengapa Pluto Tetap Jadi Planet Katai dan Tidak Akan Pernah Kembali ke Status Planet Utama?
“Mengapa Pluto Tetap Jadi Planet Katai dan Tidak Akan Pernah Kembali ke Status Planet Utama?”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/ff4a2f
6 Nov 2026
https://www.dkijakarta.id/s/ff4a2f
Copied
Mengapa Pluto Tetap Jadi Planet Katai dan Tidak Akan Pernah Kembali ke Status Planet Utama?
Image via Pexels - Mengapa Pluto Tetap Jadi Planet Katai dan Tidak Akan Pernah Kembali ke Status Planet Utama?

Key Highlights

  • Definisi planet yang ditetapkan IAU pada 2006 menjadi acuan utama status Pluto.
  • Pluto gagal memenuhi syarat membersihkan lingkungan orbitnya dari objek lain.
  • Status sebagai planet katai tidak mengurangi nilai ilmiah Pluto dalam penelitian tata surya.

Perubahan Klasifikasi yang Memicu Perdebatan

Sejak tahun 2006, dunia astronomi mengalami pergeseran paradigma setelah Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengeluarkan keputusan resmi terkait definisi sebuah planet. Pluto, yang sebelumnya selama 76 tahun dianggap sebagai planet kesembilan, akhirnya diturunkan statusnya menjadi planet katai.

Keputusan ini didasari oleh tiga kriteria utama yang harus dipenuhi sebuah benda langit. Selain harus mengorbit Matahari dan memiliki massa yang cukup untuk membentuk bola, sebuah planet harus mampu membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya dari benda-benda langit lain.

Mengapa Pluto Gagal Memenuhi Kriteria

Pluto berbagi ruang orbitnya dengan banyak objek lain di Sabuk Kuiper. Zona ini dipenuhi oleh ribuan benda langit es yang serupa dengan Pluto, sehingga orbitnya dianggap tidak 'bersih' dari dominasi gravitasi planet utama.

Jika Pluto dikembalikan statusnya sebagai planet, para astronom berpendapat bahwa objek lain seperti Eris, Haumea, dan Makemake juga harus mendapatkan status yang sama. Hal ini akan memicu perdebatan panjang mengenai jumlah total planet dalam tata surya kita yang bisa mencapai puluhan atau bahkan lebih.

Dampak Sains dan Penelitian Ruang Angkasa

Status planet katai tidak lantas membuat Pluto tidak menarik bagi para ilmuwan. Justru, pemahaman mengenai objek-objek di tepi tata surya semakin berkembang pesat setelah misi New Horizons berhasil memotret permukaan Pluto dengan detail yang luar biasa.

Penelitian di berbagai sektor, baik ruang angkasa maupun kebijakan publik seperti Pramono Anung Beberkan Alasan Strategis Renovasi Sekolah di Jakarta Tidak Dilakukan Serentak, menunjukkan bahwa klasifikasi hanyalah alat untuk mempermudah kategorisasi data, bukan penentu keberhasilan suatu objek atau kebijakan.

?️ Apakah Anda setuju Pluto dikembalikan menjadi planet atau tetap sebagai planet katai? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti perkembangan berita terkini lainnya dengan mengunjungi DKIJakarta.id untuk informasi akurat setiap harinya.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu