Key Highlights
- Kepala Bagian Akademik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap atas dugaan pemerasan.
- Uang hasil pungutan liar dari orang tua calon mahasiswa ditemukan dalam kondisi tersimpan di dalam kresek.
- Pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam praktik curang seleksi masuk kampus ini.
Modus Operandi Terbongkar
Dunia pendidikan tinggi kembali diguncang oleh praktik pungutan liar yang melibatkan oknum internal kampus. Kabag Akademik Unsoed kini harus berurusan dengan hukum setelah terbukti memeras orang tua calon mahasiswa baru demi memuluskan jalur masuk.
Penyidik kepolisian menemukan bukti mengejutkan saat melakukan penggeledahan. Uang tunai dalam jumlah besar, yang diduga merupakan hasil pemerasan, ditemukan tergeletak begitu saja di dalam beberapa kantong plastik atau kresek.
Penyidikan Intensif oleh Kepolisian
Kondisi barang bukti tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim penyidik. Praktik ini diduga telah berlangsung cukup lama dan melibatkan sistem yang cukup rapi di balik meja birokrasi kampus. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan jabatan di instansi pendidikan yang sebelumnya sempat disorot publik, seperti kasus Polisi Pastikan Kematian Dokter PPDS Alex Cristo Loris Akibat Efek Rocuronium yang menyita perhatian nasional.
Hingga saat ini, pihak rektorat Unsoed telah menyatakan kooperatif terhadap proses hukum. Mereka berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas jika terbukti terdapat pelanggaran berat terhadap kode etik dan hukum yang berlaku di lingkungan universitas.
?️ Share Your Opinion!
Menurut Anda, langkah konkret apa yang harus dilakukan pihak universitas untuk mencegah praktik pungutan liar dalam proses penerimaan mahasiswa baru agar tidak terulang kembali?
Simak terus perkembangan kasus ini dan temukan liputan mendalam lainnya hanya di DKIJakarta.id.