Tragedi Berdarah di Kuningan: Anak Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Lantaran Masalah Sepele

Seorang pria di Kuningan nekat menganiaya ibu kandungnya hingga tewas hanya karena tidak terima dibangunkan untuk melaksanakan salat Subuh.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 3, 2026 schedule 8:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Tragedi Berdarah di Kuningan: Anak Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Lantaran Masalah Sepele
“Tragedi Berdarah di Kuningan: Anak Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Lantaran Masalah Sepele”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/4697ae
3 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/4697ae
Copied
Tragedi Berdarah di Kuningan: Anak Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Lantaran Masalah Sepele
Image via Pexels - Tragedi Berdarah di Kuningan: Anak Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Lantaran Masalah Sepele

Key Highlights

  • Seorang pria di Kabupaten Kuningan tega mengakhiri hidup ibu kandungnya sendiri.
  • Pelaku merasa kesal setelah ditegur korban untuk melaksanakan ibadah salat Subuh.
  • Aparat kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kondisi kejiwaan pelaku.

Kronologi Peristiwa

Sebuah peristiwa memilukan mengguncang warga di Kabupaten Kuningan. Seorang anak laki-laki berinisial AR diduga melakukan tindakan kekerasan fatal terhadap ibu kandungnya sendiri hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Kejadian tragis ini bermula saat korban mencoba membangunkan pelaku untuk menunaikan ibadah salat Subuh. Diduga karena masih dalam kondisi emosi dan enggan terbangun, pelaku justru meluapkan kemarahannya secara berlebihan kepada korban.

Penyelidikan Pihak Kepolisian

Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Kuningan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif guna mengungkap motif serta kronologi detail di balik tindak kriminal tersebut.

Pihak berwenang juga berencana melibatkan tim ahli untuk memeriksa kondisi psikologis pelaku. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah tindakan keji tersebut murni karena emosi sesaat atau adanya faktor kesehatan mental yang mendasari.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan komunikasi yang baik dalam keluarga guna menghindari konflik yang berujung pada tindakan melanggar hukum. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya pemahaman mengenai Aktivis dan Akademisi USU Dorong Reformasi UU HAM Setelah 25 Tahun Berlaku terkait perlindungan nyawa dan hak dasar manusia di tengah masyarakat. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai kasus hukum ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu