KH Miftachul Akhyar Kembali Terpimpin Sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU

KH Miftachul Akhyar resmi terpilih kembali menjadi Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU. Simak detail proses pemilihan dan komitmen organisasi ke depan.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Nov 7, 2026 schedule 4:00 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
KH Miftachul Akhyar Kembali Terpimpin Sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU
“KH Miftachul Akhyar Kembali Terpimpin Sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/e49779
7 Nov 2026
https://www.dkijakarta.id/s/e49779
Copied
KH Miftachul Akhyar Kembali Terpimpin Sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU
Image via Pexels - KH Miftachul Akhyar Kembali Terpimpin Sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU

Key Highlights

  • KH Miftachul Akhyar terpilih kembali menjadi Rais Aam PBNU periode mendatang melalui mekanisme Muktamar ke-35 NU.
  • Proses pemilihan berlangsung dengan suasana khidmat dan mengedepankan semangat musyawarah mufakat para ulama.
  • Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga stabilitas kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Proses Pemilihan Rais Aam PBNU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mencatatkan momen bersejarah dengan terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil setelah serangkaian agenda permusyawaratan yang melibatkan para kiai sepuh serta pengurus cabang dan wilayah dari seluruh penjuru tanah air.

Pemilihan ini mencerminkan kuatnya legitimasi kepemimpinan di tingkat syuriyah. Para peserta muktamar menunjukkan kekompakan dalam menjaga integritas organisasi di tengah dinamika tantangan zaman yang semakin kompleks.

Visi dan Keberlanjutan Organisasi

Fokus utama setelah pemilihan ini adalah memperkuat konsolidasi internal serta memperluas kontribusi sosial keumatan. Pengurus pusat berkomitmen untuk terus menjaga marwah Nahdlatul Ulama sebagai penjaga moderasi beragama dan pilar ketahanan nasional.

Di luar agenda organisasi, isu-isu sosial seperti perlindungan generasi masa depan terus menjadi perhatian. Hal ini selaras dengan berbagai upaya pemerintah dan elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, serupa dengan perhatian publik terhadap Kemenko PMK Ungkap 21 Ribu Kasus Kekerasan Anak: Langkah Strategis Melalui Gernas RANA yang kini menjadi sorotan nasional.

Keberlanjutan program kerja ke depan diharapkan mampu menyentuh langsung kebutuhan akar rumput. Seluruh jajaran pengurus akan segera merumuskan langkah taktis untuk menjawab tantangan ekonomi dan pendidikan di lingkungan warga Nahdliyin.

Tetap ikuti perkembangan berita mengenai dinamika organisasi nasional dan informasi penting lainnya dengan mengakses DKIJakarta.id untuk mendapatkan liputan berita yang lebih detail.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu