Krisis Air Melanda Gresik: 156 Waduk Mengering, Nasib Petani Terancam di Musim Tanam Ketiga

Sebanyak 156 waduk di Gresik kini mengalami kekeringan ekstrem. Petani terancam gagal panen saat memasuki periode musim tanam ketiga tahun ini.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 13, 2026 schedule 8:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Krisis Air Melanda Gresik: 156 Waduk Mengering, Nasib Petani Terancam di Musim Tanam Ketiga
“Krisis Air Melanda Gresik: 156 Waduk Mengering, Nasib Petani Terancam di Musim Tanam Ketiga”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/bc1213
13 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/bc1213
Copied
Krisis Air Melanda Gresik: 156 Waduk Mengering, Nasib Petani Terancam di Musim Tanam Ketiga
Image via Pexels - Krisis Air Melanda Gresik: 156 Waduk Mengering, Nasib Petani Terancam di Musim Tanam Ketiga

Key Highlights

  • Sebanyak 156 titik waduk di wilayah Gresik dilaporkan mengalami kekeringan total akibat fenomena cuaca.
  • Sektor pertanian lokal menghadapi ancaman kegagalan panen signifikan pada musim tanam ketiga.
  • Pemerintah daerah tengah berupaya memitigasi dampak krisis air bagi kebutuhan irigasi lahan warga.

Kondisi Waduk di Gresik Mengkhawatirkan

Lahan pertanian di Gresik kini menghadapi tantangan berat seiring menyusutnya cadangan air permukaan. Data terbaru menunjukkan 156 waduk yang tersebar di sejumlah kecamatan sudah tidak lagi menampung air secara memadai. Fenomena ini memicu kekhawatiran mendalam bagi para petani yang bergantung pada sistem irigasi tadah hujan.

Kondisi tanah yang mulai retak di area persawahan menjadi pemandangan umum saat ini. Tanpa pasokan air yang memadai dari waduk, tanaman padi pada musim tanam ketiga terancam layu sebelum sempat memasuki masa panen. Sebagian petani terpaksa melakukan langkah darurat dengan membiarkan lahan mereka menganggur demi menghindari kerugian yang lebih besar.

? Did You Know? Waduk tidak hanya berfungsi sebagai cadangan irigasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem air tanah di sekitarnya saat musim kemarau panjang.

Dampak Luas Bagi Sektor Ekonomi Lokal

Penurunan debit air ini tidak hanya memengaruhi produktivitas lahan, tetapi juga merambat ke biaya operasional pertanian. Petani harus mengeluarkan dana tambahan untuk pengadaan pompa air guna menyedot sisa-sisa air di titik terjauh. Kenaikan biaya ini tentu menjadi beban ekonomi baru di tengah situasi harga komoditas yang dinamis.

Di sisi lain, efisiensi dalam tata kelola sumber daya menjadi kunci utama. Integrasi data sangat diperlukan, serupa dengan semangat Rakornas Dukcapil 2026: Integrasi Data Jadi Fondasi Utama Layanan Publik Digital, agar distribusi bantuan air lebih tepat sasaran bagi petani yang paling terdampak. Harapan masyarakat kini tertumpu pada intervensi cepat pemerintah untuk menyediakan suplai darurat sebelum dampak kekeringan semakin meluas ke wilayah pemukiman.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai penanganan krisis air di wilayah ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu