Mengurai Luka Scapegoat dan Favoritisme Orang Tua: Menembus Bayang-Bayang Trauma
Memahami dampak psikologis dari pola asuh scapegoating dan favoritisme yang memicu trauma mendalam serta bagaimana cara memutus rantai dampaknya.
N
News
NEWS CARD
“Mengurai Luka Scapegoat dan Favoritisme Orang Tua: Menembus Bayang-Bayang Trauma”
Read more on
www.dkijakarta.id/s/5cd7e3
10 Oct 2026
Key Highlights
- Dinamika keluarga yang tidak sehat sering kali berakar dari pola favoritisme orang tua yang diskriminatif.
- Fenomena 'scapegoat' atau kambing hitam dalam keluarga dapat menyebabkan trauma psikologis jangka panjang bagi korbannya.
- Pemulihan dari luka masa kecil memerlukan pengakuan atas realitas traumatis yang pernah dialami.
Membedah Pola Asuh yang Tidak Seimbang
Dinamika keluarga seharusnya menjadi tempat perlindungan utama bagi tumbuh kembang anak. Namun, pada praktiknya, banyak individu tumbuh dengan membawa beban psikologis akibat perlakuan tidak adil dari orang tua. Favoritisme atau memihak salah satu anak menciptakan ketimpangan emosional yang merusak rasa percaya diri dan stabilitas mental.
auto_awesome
Ai Assisted
This article is curated and summarized by AI from multiple sources.
Author