Muktamar NU: Lima Calon Ketua Umum Sepakati Mekanisme AHWA

Lima calon ketua umum PBNU sepakat gunakan mekanisme AHWA dalam muktamar. Simak alasan Kiai Zulfa mengenai keputusan penting organisasi keagamaan ini.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Nov 2, 2026 schedule 9:45 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Muktamar NU: Lima Calon Ketua Umum Sepakati Mekanisme AHWA
“Muktamar NU: Lima Calon Ketua Umum Sepakati Mekanisme AHWA”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/64ba3c
2 Nov 2026
https://www.dkijakarta.id/s/64ba3c
Copied
Muktamar NU: Lima Calon Ketua Umum Sepakati Mekanisme AHWA
Image via Pexels - Muktamar NU: Lima Calon Ketua Umum Sepakati Mekanisme AHWA

Key Highlights

  • Lima kandidat calon ketua umum sepakat menggunakan mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
  • Keputusan ini diambil untuk menjaga kemaslahatan dan martabat organisasi.
  • Kiai Zulfa Musthofa memaparkan urgensi mekanisme musyawarah mufakat di tubuh NU.

Konsensus Para Kandidat

Proses pemilihan kepemimpinan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) terus menyita perhatian publik. Lima tokoh yang digadang-gadang maju sebagai calon ketua umum menyatakan kesepakatan bulat untuk menggunakan metode Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Metode ini menempatkan para kiai sepuh sebagai penentu kebijakan strategis melalui musyawarah mufakat. Kesepakatan di antara para calon ini mencerminkan semangat kebersamaan dan upaya menghindari rivalitas yang terlalu tajam dalam kontestasi organisasi.

? Did You Know? Ahlul Halli Wal Aqdi atau AHWA adalah istilah yang merujuk pada sekumpulan orang yang memiliki otoritas untuk memilih pemimpin berdasarkan kedalaman ilmu agama dan integritas moral.

Pandangan Kiai Zulfa Terkait AHWA

Kiai Zulfa Musthofa mengungkapkan bahwa penggunaan AHWA bukan sekadar formalitas. Menurutnya, mekanisme ini bertujuan untuk menjaga wibawa para ulama dan memastikan bahwa kepemimpinan NU lahir dari proses yang penuh dengan nilai-nilai kesantunan.

Pendekatan ini dipandang lebih efektif dalam meredam potensi perpecahan di akar rumput. Dengan menyerahkan keputusan kepada tim ahli yang kredibel, NU diharapkan tetap fokus pada misi utamanya yakni pemberdayaan umat dan dakwah moderat.

Di tengah dinamika organisasi yang cukup padat, stabilitas kepemimpinan menjadi kunci. Sebagaimana kita melihat isu-isu hukum dan kebijakan publik yang sering memerlukan ketelitian serupa, seperti pembahasan dalam Kejaksaan Agung Tanggapi Rencana Praperadilan Febri Adriansyah, proses pemilihan di NU pun menuntut integritas tinggi. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai jalannya muktamar ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu