Pramono Anung Soroti Pentingnya Etika Berpolitik: Belajar dari Gaya Komunikasi SBY

Pramono Anung ajak politisi meneladani gaya komunikasi Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyampaikan kritik yang santun dan beretika di ruang publik.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 29, 2026 schedule 4:00 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Pramono Anung Soroti Pentingnya Etika Berpolitik: Belajar dari Gaya Komunikasi SBY
“Pramono Anung Soroti Pentingnya Etika Berpolitik: Belajar dari Gaya Komunikasi SBY”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/f57994
29 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/f57994
Copied
Pramono Anung Soroti Pentingnya Etika Berpolitik: Belajar dari Gaya Komunikasi SBY
Image via Pexels - Pramono Anung Soroti Pentingnya Etika Berpolitik: Belajar dari Gaya Komunikasi SBY

Key Highlights

  • Pramono Anung menekankan pentingnya cara penyampaian kritik yang elegan dalam berpolitik.
  • Gaya komunikasi Susilo Bambang Yudhoyono dinilai sebagai referensi bagi politisi masa kini.
  • Penyampaian pesan ke publik menuntut kedewasaan dan etika yang tinggi agar tidak memicu polarisasi.

Refleksi Gaya Komunikasi SBY

Pramono Anung memberikan sorotan tajam mengenai tata cara penyampaian kritik di kancah perpolitikan nasional. Ia secara spesifik menyebut bahwa mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki karakteristik komunikasi yang patut dicermati oleh para politisi muda maupun senior.

Menurutnya, kemampuan SBY dalam meramu kata-kata saat memberikan masukan kepada pemerintah menunjukkan kematangan emosional. Hal ini menjadi cerminan bahwa kritik tidak harus disampaikan dengan nada konfrontatif, melainkan bisa melalui pendekatan yang santun namun tetap tajam secara substansi.

? Did You Know? Susilo Bambang Yudhoyono dikenal sebagai sosok yang sangat teliti dalam menyusun pidato, seringkali menulis draf naskahnya sendiri untuk memastikan setiap pesan tersampaikan dengan presisi dan intonasi yang tepat.

Pentingnya Etika di Ruang Publik

Dalam dinamika politik modern, cara seseorang berkomunikasi dengan audiens menjadi faktor penentu persepsi masyarakat. Pramono menilai bahwa menjaga etika dalam beradu argumen adalah bentuk penghormatan terhadap demokrasi itu sendiri.

Politisi diharapkan mampu memisahkan antara kritik berbasis kebijakan dengan serangan personal yang sering kali merusak narasi edukatif bagi publik. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan iklim politik yang sehat di Indonesia, mirip dengan dedikasi para pegiat seni dalam Totalitas Meisya Amira Pelajari Bahasa Isyarat untuk Peran di Film Juminten Edan yang menunjukkan profesionalisme tinggi dalam bidangnya masing-masing.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik perbedaan pandangan, kedewasaan sikap tetap menjadi fondasi utama. Teruslah mengikuti perkembangan informasi terkini dan akurat lainnya melalui DKIJakarta News.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu