Subak: Warisan Agung Bali dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air

Menelusuri peran Subak sebagai sistem irigasi tradisional Bali yang telah diakui dunia dalam menjaga keberlanjutan air dan harmoni ekosistem.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 23, 2026 schedule 8:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Subak: Warisan Agung Bali dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air
“Subak: Warisan Agung Bali dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/656451
23 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/656451
Copied
Subak: Warisan Agung Bali dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air
Image via Pexels - Subak: Warisan Agung Bali dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air

Key Highlights

  • Subak merupakan sistem manajemen air berbasis komunitas yang mencerminkan filosofi Tri Hita Karana.
  • UNESCO telah mengakui sistem irigasi ini sebagai Warisan Dunia karena nilai ekologis dan budayanya.
  • Sistem ini menjadi model global bagi pertanian berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.

Harmoni Air dalam Tradisi Subak

Sistem Subak di Bali bukan sekadar metode irigasi teknis untuk mengairi sawah. Praktik ini merupakan pengejawantahan dari filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungan.

Setiap tetes air yang mengalir melalui saluran irigasi tradisional dikelola secara adil oleh para petani. Keputusan distribusi air dilakukan melalui musyawarah mufakat, memastikan setiap lahan mendapatkan porsi yang memadai tanpa menimbulkan konflik sosial.

Menjaga Ekosistem di Era Modern

Di tengah modernisasi yang pesat, Subak terus beradaptasi tanpa menghilangkan akar tradisinya. Sistem ini terbukti efektif dalam menjaga keanekaragaman hayati di lahan pertanian, termasuk keberadaan fauna dan flora yang mendukung produktivitas lahan secara alami.

Upaya pelestarian warisan budaya ini memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tata ruang agraria sangat krusial agar kearifan lokal seperti ini tetap terjaga, selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang sering digaungkan dalam Dukung Pencapaian SDGs, Mensos Sampaikan 5 Pesan Kunci ke DNIKS demi masa depan yang lebih hijau.

Tantangan dan Keberlanjutan

Meskipun memiliki nilai historis dan ekologis yang tinggi, Subak menghadapi tekanan alih fungsi lahan yang terus meningkat. Pembatasan konversi lahan pertanian menjadi area komersial menjadi kunci untuk mempertahankan integritas sistem irigasi ini di masa depan.

Para petani terus berupaya menjaga kualitas air irigasi dari polusi pestisida kimia berlebih. Penggunaan pupuk organik dan metode pengendalian hama alami kembali digalakkan untuk menjaga kemurnian siklus air yang mengalir ke persawahan.

?️ Share Your Opinion!

Menurut Anda, sejauh mana peran generasi muda dalam melestarikan sistem irigasi tradisional seperti Subak di tengah arus digitalisasi saat ini? Berikan pendapat Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai isu lingkungan dan budaya nusantara.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu