Dugaan Pemerasan Calon Maba Unsoed: Oknum Kabag Akademik Terlibat Negosiasi dengan Guru Pengepul

Kasus dugaan pemerasan calon mahasiswa baru di Unsoed mencuat. Oknum Kabag Akademik kedapatan bernegosiasi dengan guru yang menjadi pengepul uang.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 10, 2026 schedule 4:30 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Dugaan Pemerasan Calon Maba Unsoed: Oknum Kabag Akademik Terlibat Negosiasi dengan Guru Pengepul
“Dugaan Pemerasan Calon Maba Unsoed: Oknum Kabag Akademik Terlibat Negosiasi dengan Guru Pengepul”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/954b27
10 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/954b27
Copied
Dugaan Pemerasan Calon Maba Unsoed: Oknum Kabag Akademik Terlibat Negosiasi dengan Guru Pengepul
Image via Pexels - Dugaan Pemerasan Calon Maba Unsoed: Oknum Kabag Akademik Terlibat Negosiasi dengan Guru Pengepul

Key Highlights

  • Kasus dugaan praktik pemerasan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi sorotan publik.
  • Oknum Kabag Akademik diduga melakukan negosiasi langsung dengan pihak guru yang berperan sebagai pengumpul uang dari calon mahasiswa.
  • Pihak universitas saat ini tengah melakukan investigasi internal untuk menelusuri aliran dana dan keterlibatan oknum terkait.

Dugaan Praktik Pemerasan di Lingkungan Kampus

Dunia pendidikan tinggi kembali tercoreng oleh laporan mengenai praktik tidak terpuji dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Seorang pejabat setingkat Kepala Bagian (Kabag) Akademik di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diduga terlibat dalam transaksi mencurigakan dengan seorang guru yang bertindak sebagai pengepul uang.

Praktik ini disinyalir menyasar para calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri tersebut. Uang yang dikumpulkan dari para orang tua calon mahasiswa diduga digunakan sebagai syarat untuk memuluskan jalan masuk ke program studi tertentu di Unsoed.

Investigasi Mendalam Terhadap Oknum

Rekaman atau bukti komunikasi antara oknum Kabag Akademik dengan guru tersebut kini menjadi barang bukti dalam proses pemeriksaan internal. Keberadaan pengepul uang ini menunjukkan adanya jaringan yang terstruktur dalam upaya memanipulasi prosedur penerimaan yang seharusnya berlangsung transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas berkomitmen untuk menindak tegas siapapun yang terbukti melanggar kode etik institusi. Langkah ini diambil guna menjaga marwah pendidikan tinggi di Indonesia, yang juga memerlukan pengawasan ketat dari berbagai instansi terkait, serupa dengan transparansi yang diterapkan dalam kebijakan publik seperti Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Ada Kenaikan.

Langkah Antisipasi Masa Depan

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh perguruan tinggi di tanah air untuk memperketat sistem penerimaan mahasiswa baru. Pengawasan terhadap setiap lini jabatan di lingkungan kampus mutlak diperlukan agar tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan tindakan maladministrasi maupun tindak pidana korupsi.

Masyarakat diharapkan tetap memantau perkembangan kasus ini agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan. Ikuti perkembangan terbaru terkait kasus ini melalui liputan eksklusif hanya di DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu