KPK Sita Uang Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Ditemukan dalam Kantong Plastik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp 665 juta yang disembunyikan dalam kantong plastik terkait kasus korupsi di lingkungan Unsoed.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 10, 2026 schedule 6:45 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
KPK Sita Uang Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Ditemukan dalam Kantong Plastik
“KPK Sita Uang Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Ditemukan dalam Kantong Plastik”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/3ef53a
10 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/3ef53a
Copied
KPK Sita Uang Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Ditemukan dalam Kantong Plastik
Image via Pexels - KPK Sita Uang Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Ditemukan dalam Kantong Plastik

Key Highlights

  • Penyidik KPK menemukan uang tunai sejumlah Rp 665 juta sebagai barang bukti kasus dugaan korupsi.
  • Uang tersebut ditemukan oleh tim penyidik dalam kondisi tersimpan di dalam kantong plastik.
  • Proses penggeledahan dilakukan untuk mengungkap aliran dana ilegal yang melibatkan otoritas di Universitas Jenderal Soedirman.

Temuan Barang Bukti di Lokasi Penggeledahan

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan menemukan tumpukan uang tunai senilai Rp 665 juta dalam serangkaian upaya penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret nama rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Uang tersebut ditemukan tersimpan rapi namun terkesan disembunyikan di dalam kantong plastik saat tim penegak hukum melakukan operasi lapangan.

Barang bukti ini kini telah diamankan untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. Pihak penyidik fokus menelusuri asal-usul dana tersebut serta kaitannya dengan alokasi anggaran maupun praktik gratifikasi yang diduga terjadi di lingkungan perguruan tinggi tersebut.

Proses Pendalaman Kasus

KPK menegaskan bahwa temuan ini menjadi titik krusial dalam memperkuat pembuktian di persidangan nanti. Selain melakukan penyitaan aset berupa uang tunai, tim penyidik juga memeriksa sejumlah dokumen administratif dan catatan keuangan yang ditemukan di beberapa lokasi terkait untuk mencocokkan data aliran dana tersebut.

Kasus ini mencuri perhatian publik karena menyentuh ranah institusi pendidikan tinggi. Penegakan hukum di lingkungan akademik memang menjadi perhatian serius, selaras dengan komitmen pemberantasan korupsi di berbagai sektor publik, mirip dengan bagaimana Diplomasi Presisi AKBP Adhitya Octorio Redam Konflik Warga di Flores Timur menuntut ketegasan aparat dalam menjaga ketertiban umum.

Seluruh pihak yang diduga terlibat saat ini sedang dalam proses pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus mengumpulkan keterangan saksi ahli dan bukti pendukung lainnya guna merampungkan berkas perkara agar segera dapat dilimpahkan ke meja hijau.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru terkait kasus ini dan berita hukum lainnya.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu