Mengenang Tragedi Palu-Donggala: Rangkaian Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi yang Mengubah Lanskap Sulawesi

Menelusuri kembali rangkaian bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu dan Donggala yang menjadi pengingat penting akan mitigasi bencana nasional.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 13, 2026 schedule 7:45 PM visibility 2 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Mengenang Tragedi Palu-Donggala: Rangkaian Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi yang Mengubah Lanskap Sulawesi
“Mengenang Tragedi Palu-Donggala: Rangkaian Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi yang Mengubah Lanskap Sulawesi”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/b2a5f2
13 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/b2a5f2
Copied
Mengenang Tragedi Palu-Donggala: Rangkaian Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi yang Mengubah Lanskap Sulawesi
Image via Pexels - Mengenang Tragedi Palu-Donggala: Rangkaian Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi yang Mengubah Lanskap Sulawesi

Key Highlights

  • Gempa bumi mengguncang wilayah Donggala dan Palu yang memicu tsunami setinggi 1,5 hingga 2 meter.
  • Fenomena likuifaksi menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya, menelan bangunan dan infrastruktur di sekitarnya.
  • Kerusakan masif pada menara BTS melumpuhkan akses komunikasi di wilayah terdampak secara luas.

Analisis Dampak Bencana Multisektoral

Tragedi yang menimpa wilayah Palu dan Donggala merupakan salah satu rangkaian bencana alam paling kompleks yang pernah tercatat dalam sejarah modern Indonesia. Fenomena gempa bumi tidak berdiri sendiri, melainkan memicu rentetan kejadian susulan berupa gelombang tsunami dan likuifaksi yang mengubah wajah geografis daerah tersebut dalam waktu singkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami yang melanda pesisir Palu dan Donggala mencapai ketinggian antara 1,5 hingga 2 meter. Kekuatan dorongan air laut ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur pemukiman di sepanjang garis pantai yang tidak mampu menahan terjangan arus.

? Did You Know? Likuifaksi adalah fenomena di mana tanah yang jenuh air kehilangan kekuatan akibat getaran gempa, sehingga tanah berperilaku seperti cairan dan menyebabkan struktur di atasnya tenggelam atau bergeser.

Infrastruktur dan Tantangan Pemulihan

Dampak teknis dari bencana ini sangat terasa pada sektor komunikasi. Laporan mencatat setidaknya 1.678 Base Transceiver Station (BTS) tidak berfungsi akibat guncangan hebat dan terputusnya aliran listrik. Kelumpuhan infrastruktur telekomunikasi ini sempat menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan kemanusiaan pada fase awal tanggap darurat.

Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat saat itu segera bergerak untuk memulihkan akses agar koordinasi di lapangan dapat berjalan kembali. Di tengah situasi pemulihan nasional, penting bagi masyarakat untuk terus memperhatikan isu-isu vital lainnya seperti Publik Diminta Terus Kawal RUU Perampasan Aset Demi Transparansi Nasional yang kini menjadi sorotan hukum tanah air. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru dan informasi mitigasi bencana yang akurat.

auto_awesome Ai Assisted
favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu